Sejarah Perkembangan Media Pembelajaran

Nama : Muhammad Iqbal 
NIM : 17.252.005.011
 Mata Kuliah : Media Pembelajaran PAI 
Dosen Pengampu : Elsa Sepputri, M.Pd.

A. Sejarah Perkembangan Media Pembelajaran
Perkembangan media pembelajaran merupakan bagian penting dalam sejarah pendidikan yang terus mengalami perubahan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas proses belajar mengajar. Sejarah perkembangan media pembelajaran terbagi ke dalam beberapa era, di antaranya sebagai berikut.


1. Perkembangan media pembelajaran era 1600-an
Pada era 1600-an, istilah media pembelajaran belum dikenal secara khusus dalam dunia pendidikan. Proses penyampaian materi masih sangat sederhana dan sepenuhnya bergantung pada komunikasi langsung antara pengajar dan peserta didik. Guru menjadi satu-satunya sumber utama dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Pembelajaran dilakukan secara konvensional melalui metode ceramah dan hafalan. 
Sarana yang digunakan masih terbatas, seperti buku cetak awal dan alat tulis sederhana. Pada masa ini, teknologi belum berperan dalam proses pendidikan sebagaimana yang kita kenal sekarang.
Seiring perkembangan zaman, pada tahun 1658 terbit sebuah buku pelajaran anak yang dianggap sebagai salah satu yang pertama dalam sejarah pendidikan. Buku tersebut ditulis oleh seorang pendidik asal Ceko, John Amos Comenius (1592–1670). Ia dikenal sebagai pelopor penggunaan gambar dalam buku pembelajaran untuk anak-anak.

Karya yang berjudul Orbis Sensualium Pictus atau Dunia dalam Gambar. Ini menjadi inovasi penting pada masanya karena memadukan teks dengan ilustrasi untuk membantu anak memahami materi secara lebih konkret. Buku tersebut pertama kali diterbitkan di Jerman, kemudian diterjemahkan dan dicetak ulang ke dalam berbagai bahasa di Eropa, sehingga pengaruhnya menyebar luas dalam dunia pendidikan.

2. Perkembangan media pembelajaran era 1900-an
Pada tahun 1900-an, proses pembelajaran mulai memanfaatkan berbagai sarana pendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Pada masa itu, istilah yang lebih umum digunakan bukanlah media pembelajaran, melainkan alat bantu belajar. Beberapa perlengkapan yang sering digunakan di ruang kelas antara lain papan tulis hitam, kapur, serta penggaris kayu. Peralatan tersebut berperan membantu guru dalam menjelaskan materi agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. 
Pada akhir dekade 1950-an, teori komunikasi mulai memberikan pengaruh terhadap pemanfaatan alat bantu visual dalam dunia pendidikan. Media tersebut tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan dan informasi pembelajaran kepada peserta didik. Jenis media yang tergolong visual adalah media cetak verbal, media visual non-verbal grafis, dan media visual nonverbal tiga dimensi. Media cetak verbal antara lain: buku, majalah, jurnal, surat kabar. Contoh media visual non-verbal grafis antara lain: gambar (sketsa, lukisan, photo), grafik, diagram, bagan, dan peta. Contoh media visual nonverbal tiga dimensi berupa model, miniatur, dan lain lain. 
Seiring perkembangan teknologi, media visual kemudian dipadukan dengan teknologi suara sehingga melahirkan media audio-visual untuk menunjang pembelajaran. Media audio sendiri hanya melibatkan indera pendengaran dan menyampaikan informasi melalui suara, seperti radio dan tape recorder.
Alat bantu lain yang lahir pada era tahun 1900-an antara lain Over Head Projector (OHP), spidol, dan komputer. Kegunaan OHP dalam pembelajaran adalah untuk memproyeksikan media transparan ke arah layar dengan hasil gambar yang cukup besar. 

3. Perkembangan media pembelajaran era 2000-an hingga sekarang 
Memasuki era 2000-an, media pembelajaran mengalami perkembangan yang semakin pesat dan modern. Penggunaan papan tulis hitam dan kapur mulai berkurang, lalu digantikan oleh papan tulis putih (whiteboard) dan spidol. Selain itu, perangkat OHP yang sebelumnya banyak digunakan juga perlahan tergantikan oleh teknologi LCD proyektor yang lebih praktis dan efisien dalam menampilkan materi pembelajaran. 
Pendidik maupun peserta didik semakin mudah mengakses materi pembelajaran. Hal ini didukung oleh berkembangnya berbagai media yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Televisi, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai media penyampai informasi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran. Demikian pula dengan laptop dan smartphone, yang memiliki peran ganda, yaitu sebagai sarana pembelajaran sekaligus sumber untuk memperoleh berbagai materi dan informasi secara luas.

B. Landasan Penggunaan Media
Media pembelajaran yang efektif dan efisien adalah media yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan berpedoman pada berbagai landasan, yaitu landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
1. Landasan filosofis
Secara filosofis, keberagaman media pembelajaran memungkinkan peserta didik memilih media yang sesuai dengan karakteristiknya. Meskipun ada anggapan bahwa teknologi dapat membuat pembelajaran menjadi mekanis, pada kenyataannya teknologi tetap memiliki banyak kelebihan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan apabila digunakan secara bijak.
2. Landasan Psikologis
Secara psikologis, anak lebih mudah memahami sesuatu yang bisa dilihat dan disentuh dibandingkan dengan hal yang hanya berupa konsep atau teori. Proses belajar dipengaruhi oleh gaya belajar (visual, auditori, atau kinestetik). Media pembelajaran membantu menyesuaikan materi dengan tipe gaya belajar individu sehingga pemahaman lebih efektif dan memotivasi siswa.
Landasan Teknologis
3. Kemajuan teknologi dan digitalisasi membawa perubahan dalam berbagai aspek pendidikan. Perubahan tersebut mencakup keterlibatan sumber daya manusia, prosedur, gagasan, peralatan, serta organisasi dalam menganalisis masalah, mencari solusi, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola proses pembelajaran. Semua itu dilakukan dalam situasi belajar yang memiliki tujuan yang jelas dan terarah.
3. Landasan Empiris
Landasan empiris menekankan bahwa pemilihan dan penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik belajar peserta didik. Dengan menggunakan media yang tepat, peserta didik akan memperoleh hasil belajar yang lebih optimal. Oleh karena itu, pendidik perlu terlebih dahulu memahami kebutuhan dan karakteristik siswa agar dapat menentukan strategi serta media yang paling sesuai.

C. Ciri-ciri Media Pembelajaran
Berikut ciri ciri media pembelajaran:
1. Ciri fiksatif, yaitu menunjukkan kemampuan media dalam merekam, menyimpan, dan melestarikan suatu peristiwa atau objek sehingga dapat digunakan kembali kapan saja. Media memungkinkan suatu kejadian yang telah direkam untuk diputar ulang atau ditampilkan kembali dalam bentuk yang sama.
Contoh media yang memiliki ciri ini antara lain fotografi, video tape, audio tape, film, dan media penyimpanan digital seperti disket atau perangkat komputer.
2. Ciri Manipulatif, Ciri manipulatif berarti media mampu mengubah atau memodifikasi tampilan suatu peristiwa sesuai kebutuhan pembelajaran. Peristiwa yang berlangsung lama dapat dipercepat, dan kejadian yang berlangsung cepat dapat diperlambat. Misalnya, proses perubahan larva menjadi kepompong lalu menjadi kupu-kupu dapat ditampilkan dalam beberapa menit melalui teknik time-lapse. Sebaliknya, rekaman video juga dapat diputar ulang atau diperlambat untuk memperjelas bagian tertentu.
3. Ciri distributif, menunjukkan bahwa media memungkinkan suatu informasi atau peristiwa disampaikan kepada banyak peserta didik di tempat yang berbeda secara bersamaan. Informasi yang telah direkam dalam suatu media dapat diperbanyak dan digunakan berulang kali, baik di berbagai lokasi maupun pada waktu yang berbeda, tanpa mengurangi isi pesannya.










DAFTAR PUSTAKA
Hadijah, Siti. “Media Pembelajaran.” (2023). UIN Sumatera Utara Medan. diakses 17 Februari 2026. Dari http://repository.uinsu.ac.id/21096/3/BAB_II_Siti_Hadijah.pdf.
“Landasan Media Pembelajaran.”  Kemdiktisaintek. diakses 17 Februari 2026. dari https://lmsspada.kemdiktisaintek.go.id/pluginfile.php/702368/mod_resource/content/1/Materi%205%20Pertemuan%205.pdf.
“Mengenal Empat Penggunaan Landasan Media Pembelajaran.” (2022)  Guruinovatif. diakses 17 Februari 2026. Dari https://guruinovatif.id/artikel/mengenal-empat-penggunaan-landasan-media-pembelajaran
Nurfadhillah, Septy. (2021). “Media Pembelajaran Tingkat SD.” Sukabumi: Jejak Publisher.
Shoffa, Shoffan, dkk. (2021). “Perkembangan Media Pembelajaran di Perguruan Tinggi.” Bojonegoro: Agrapana Media.
Syarifuddin dan Eka Dwi Utari. (2022). “Media Pembelajaran.” Palembang: Bening Media Publishing. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Jarak Jauh

Kelebihan Lingkungan sebagai Media Pembelajaran

Teknik Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran